Alami Gejolak Politik, Italia Tak Lagi Mampu Kirimi Ukraina Senjata

ROMA, - Menteri Luar Negeri Italia Luigi Di Maio memperingatkan bahwa gejolak politik yang tengah terjadi di Italia dapat membuat negara itu tidak dapat melanjutkan memberikan dukungan senjata kepada Ukraina. Menurutnya, ini akan terjadi jika pemerintahan Perdana Menteri Mario Draghi tidak bertahan dalam mosi tidak percaya minggu depan.

“Rusia sekarang sedang melakukan perayaan karena telah membuat sebuah pemerintahan negara Barat jatuh lagi,” katanya dalam wawancara dengan Politico pada hari Jumat (15/7).

Di Maio melanjutkan dengan menyatakan keraguannya terkait apakah Italia akan dapat terus memasok senjata ke Ukraina dalam keadaan seperti ini, menambahkan bahwa “itu adalah salah satu dari banyak masalah serius.”

“Sekarang saya ragu kami dapat mengirim senjata [ke Ukraina]. Ini adalah salah satu dari banyak masalah serius,” tambahnya.

Pejabat itu menjelaskan bahwa, jika pemerintahan Mario Draghi runtuh, maka dirinya untuk sementara waktu akan menjabat sebagai perdana menteri. Namun, dalam hal ini, kekuatannya akan berkurang, sehingga, pemerintah Italia juga tidak akan dapat membuat kontrak baru untuk memasok komoditas energi.

“Jika pemerintah jatuh pada hari Rabu, kami tidak akan memiliki kekuatan untuk menandatangani kontrak energi baru dan ini sangat serius karena kami menuju musim dingin,” tambah menteri.

Menurut Di Maio, Italia juga bisa berakhir tanpa anggaran pada tahun 2023 karena dokumen tersebut biasanya disahkan oleh parlemen antara Juli dan Desember. Namun, jika ada pemilihan pada bulan September atau Oktober, bisa memakan waktu berbulan-bulan sebelum pemerintahan koalisi baru terbentuk, yang berarti anggaran akan ditunda, jelas menteri.

 



sumber: www.jitunews.com